Kamis, 05 November 2015

Kita Memang Ditakdirkan Untuk Bahagia

Siapapun kita, pasti selalu mendambakan kebahagiaan dalam hidup kita. Lihatlah kenyataan yang ada pada diri kita sendiri, jika kita perhatikan, apa yang menjadi penggerak dibalik pikiran dan perbuatan kita, baik secara sadar maupun tidak, semuanya adalah untuk membawa kita pada kondisi atau perasaan bahagia tersebut, atau setidaknya megarah pada ide atau konsep tentang kebahagiaan itu sendiri.

Sebagian dari kita bahkan sudah lama mempertanyakan mengapa kita tidak bisa terus menerus bahagia setiap saat, sedangkan jika dilihat dari semua sudut ilmu pengetahuan dan pemikiran manusia sepanjang zaman, hampir tidak ada satupun yang dapat menjawab pertanyaan itu secara memuaskan dan utuh. Mungkin hal ini disebabkan karena penyebab utamanya adalah karena jawabannya amatlah terlalu dekat untuk dapat dilihat, yaitu: Hati kita sendirilah jawabannya. Hati kitalah kunci sebenarnya dari kebahagian itu sendiri.

Sepanjang hidup kita, sudah sering kita mendengar nasehat atau kata - kata bijak agar “ikutilah hati”. Hal ini pun juga telah ditulis banyak sekali dalam kitab suci, dari semua agama, sejak dari zaman dahulu kala. Ini semua disebakan karena hanya hati kitalah yang dapat merasakan kasih sayang / rahmat langsung yang berasal dari Tuhan Yang Maha Pengasihdan Penyayang, yang selalu setiap saat mengasihi dan menyayangi kita seutuhnya, dan selalu berkehendak dan menganugrahkan semua yang terbaik untuk kita seutuh - utuhnya.

Dalam hal jika kita bersedia membuka hati kita kepada Tuhan, kita akan benar - benar menyadari dan merasakan sendiri bahwa hati kita akan selalu dipenuhi dengan kedamaian dan kebahagiaan yang dapat kita rasakan secara terus menerus sebagai sesuatu perasaan yang sangat nyata dalam hidup kita sehari-hari. Kehidupan kita sehari-hari sebetulnya adalah manifestasi dari seberapa kuat kita terhubung dengan Sang Pencipta, Sumber dari segala sumber kebahagian yang sejati dan abadi. Jadi, hati yang terbuka juga adalah kunci yang sebenarnya bagi kemajuan spiritual untuk semakin dekat kepada Tuhan, Sumber sejati dari semua mahluk.

Mengapa hati kita yang menjadi kunci penghubung kita kepada Tuhan / Sumber Sejati ? Mengapa hati kita yang menjadi pusat perasaan-perasaan indah ? Mengapa hati kita, bukannya otak kita atau bagian diri kita yang lain yang menjadi kuncinya ? Hati kita menjadi kuncinya karena roh / diri kita yang sejati berada di dalam hati kita. Diri sejati kitalah yang berasal langsung dari Tuhan dan pastilah memang selalu mempunyai hubungan kepada Asalnya, yaitu Tuhan sebagai Sumber Yang Sejati. Diri sejati kita yang berada di dalam hati ini akan terus - menerus ada walaupun kehidupan kita sebagai manusia kali ini nantinya berakhir. Tubuh fisik kita hányalah “kulit luar” yang bersifat sementara saja, sedangkan hubungan kita kepada Tuhan / Sumber Yang Sejati adalah abadi. Kita selalu butuh Tuhan dan Tuhan selalu mengasihi dan menyayangi kita seutuhnya tidak hanya pada saat kita hidup di bumi saja, tapi juga dimana pun sampai kapan pun dan selama-lamanya.

Karena saat ini kita masih masih hidup sebagai manusia dan mempunyai tubuh fisik, maka hati kita inilah (bukan hati liver tapi hati pusat perasaan yang ada di tengah dada) yang menjadi sarana dimana kita dapat terhubung kepada Tuhan. Dengan adanya hubungan ini, maka hati kita bisa berkomunikasi dengan Tuhan dan juga dapat menerima kasih sayangNya. Dalam menerima kasih sayangNya ini, kita dapat merasakan begitu banyak keindahan dan kelebutan di dalam hati kita, termasuk perasaan ringan, tenang, damai, dan bahagia melebihi semua yang pernah kita rasakan dari semua pengalaman duniawi.

Merasa tenang dan bahagia setiap saat di dalam hidup kita kedengarannya amat fantastis, bahkan tidak mungkin. Sekarang kenalilah bahwa itu adalah otak anda yang sedang membuat penilaian, memasukkan batasan yang tidak benar ini. Dalam hal ini, ada cukup banyak hal yang perlu dilakukan agar anda tidak lagi memilih cara anda sendiri. Otak kita sangat kuat karena kita sudah begitu banyak menghabiskan waktu kita di dalam kepala kita, sehingga otak dapat menjajah hati kita pada mulanya. Tetapi, hati kita tahu bahwa kedamaian, ketenangan dan kebahagiaan telah menunggu kita secepat kita mulai membuka hati kepada Tuhan. Ini hanya masalah membuka hati kita untuk membiarkan rahmat / kasih sayang Tuhan melakukan semua hal yang terbaik dan yang terindah bagi kita seutuhnya.

Betapa sangat indah dan menarik, mengingat bahwa semua hal-hal indah ini sebenarnya ada di dalam diri kita selama ini. Yang kita perlu lakukan hanyalah membuka hati kita dan menggunakan hati kita untuk dapat menyadari, merasakan dan menikmati semua anugrah yang indah ini.
Semoga anda dapat membuka hati kepada Sang Pencipta dan menggunakan hati untuk mengalami kedamaian, ketenangan dan kebahagiaan yang ada di dalam hati sendiri. Amin (L)

Minggu, 01 November 2015

KIAMAT MENURUT AL QUR`AN JAUH LEBIH DAHSYAT DARIPADA FILM 2012


Film 2012 yang menghebohkan dan menyebabkan MUI dibeberapa daerah mengharamkan film tersebut , sebenarnya tidak jauh berbeda dengan film sebelumnya seperti The day after tomorrow, Armagedon, Deep Impact, Earth Quake dan lain lainnya. Film ini hanya mengkisahkan tentang kehancuran suatu negeri, kota atau daerah akibat bencana gempa dan tsunami kemudian usaha sekelompok orang menyelamatkan diri dari bencana tersebut.

Untuk menarik minat penonton Hollywood membuat judul yang seru yaitu 2012 berdasarkan kalender suku Maya yang berakhir pada tahun 2012, kemudian mereka mentafsirkan berakhirnya kalender itu sebagai akhir peradaban manusia atau kiamat. Ternyata judul tersebut cukup komersil dan menarik minat banyak penonton. Pada pemutaran perdana di Jakarta penonton terpaksa antri cukup lama untuk medapatkan tiket masuk. Dibeberapa daerah di Indonesia penonton sempat kecewa karena MUI melarang peredaran film tersebut, kuatir umat Islam percaya bahwa akan terjadi kiamat pada tahun 2012.
Umat Islam yang teguh Iman dan keyakinannya sebenarnya tidak akan terpengaruh oleh prediksi kiamat th 2012 ini, saat datangnya kiamat tidak bisa diramalkan, hanya Allah yang tahu kapa terjadinya. Bagi umat Islam yang teguh Imannya bahkan ada baiknya menonton film ini, kita bisa mendapat gambaran kira-kira seperti apa kejadian kiamat yagn banyak digambarkan didalam Al-Qur’an seperti pada surat Al – Qori’ah, Al- Zalzalah, Al – Infithar, At – Takwir dan lain sebagainya. Kiamat yang digambarkan Al-Qur’an jauh lebih dahsyat dari apa yang digambarkan pada film 2012.
Pada film 2012 ini dikisahkan masih ada sekelompok orang yang berhasil selamat dari gempa yang memporak porandakan jalan dan gedung bertingkat serta gelombang tsunami setinggi gunung yangmenyapu kota ditepi pantai, dengan naik pesawat terbang dan kapal raksasa. Pada peristiwa kiamat yang dikisahkan dalam Al Qur`an tidak seorangpun yang bisa selamat dari bencana dihari itu. Bumi terbelah dan memuntahkan semua isinya, gunung-gunung hancur beterbangan diangkasa bagaikan kapas yang dihamburkan, gedung bertingkat dan seluruh bangunan dibumi hancur porak poranda, Laut mendidih dan melimpah kedaratan dengan gelombang setinggi gunung, Angkasa dipenuhi dengan hujan meteor, badai, topan dan batu berapi yang dimuntahkan dari gunung yang meletus. Dalam kondisi seperti itu mana ada pesawat yang bisa terbang di udara, atau kapal yang mampu berlayar dilautan.

Umat Islam tidak perlu alergi dengan film 2012, itu hanya film fiksi ilmiah sama seperti film The day after tomorrow, Earth Quake atau Deep Impact. Gambaran kehancuran sebuah kota atau daerah di Film tersebut cukup membantu kita untuk memahami bagaimana kira kira kondisi kiamat yang digambarkan dalam beberapa ayat Al – Qur’an sebagai berikut ini :
Al- Qori’ah
1- Hari Kiamat, 2- apakah hari Kiamat itu? 3- Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? 4- Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran, 5- dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. (Al Qori’ah 1-5)
Al- Zalzalah
1- Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat), 2- dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya, 3- dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (jadi begini)?”, 4- pada hari itu bumi menceritakan beritanya, 5- karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. (Al Zalzalah 1-5)
Al – Infitar
1- Apabila langit terbelah, 2- dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan, 3- dan apabila lautan dijadikan meluap, ( Al Infitar 1-3)
At – Takwir
1- Apabila matahari digulung, 2- dan apabila bintang-bintang berjatuhan, 3- dan apabila gunung-gunung dihancurkan, 4- dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan), 5- dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan, 6- dan apabila lautan dipanaskan, (At Takwir 1-6)
Apa yang digambarkan dalam ayat Qur`an diatas jauh lebih dahsyat dari apa yang diperlihatkan dalam film 2012. Pada peristiwa Kiamat total yang disebutkan dalam Qur`an tidak seorangpun mampu menyelamatkan diri dari kehancuran total alam semesta. Bumi, laut dan udara berkecamuk dahsyat, tidak ada mahluk yang bisa bertahan hidup dilaut, darat maupun udara. Pada film 2012 terlihat masih ada peluang orang menyelamatkan diri dengan naik pesawat terbang, kemudian dilanjutkan naik kapal raksasa seperti kapal nabi Nuh yang memuat segala sesuatu berpasang pasangan.
Film ini hanya pelajaran bagi kita, yang digambarkan pada film itu bukanlah kiamat total sebagaimana dimaksud dalam Qur`an. Itu hanya becana alam lokal yang memang akan banyak terjadi menjelang peristiwa kiamat yang sebenarnya. Dalam skala kecil bencana seperti film 2012 sudah sering terjadi di dunia ini, seperti gempa di China, Kobe, Thailand, tsunami Aceh, gempa Padang dan lain sebagainya. Tsunami dahsyat yang menenggelamkan seluruh kota di tepi pantai laut pasifik seperti Sydney, Hawai, Los Angeles, Hongkong, Jakarta, Taiwan dengan jumlah korban sampai puluhan juta orang bisa saja terjadi dimasa yang akan datang.
Sejak zaman dahulu sampai sekarang ada saja Asteroid yang cukup besar nyelonong masuk kedalam orbit bumi . Jika jatuh diatas sebuah kota pasti akan melenyapkan kota tersebut dengan korban sampai beberapa juta orang, jika jatuh ditengah hutan atau gurun pasir memang tidak banyak menimbulkan korban jiwa. Namun jika Asteroid yang sangat besar sampai jatuh di laut pasifik tentu akan menimbulkan tsunami yang amat dahsyat, yang mampu menenggelamkan kota seperti Sydney, Los Angeles, Hongkong, Taiwan dan kota kota ditepi pantai di Indonesia ini dengan korban puluhan juta orang.

Menanggapi film ini umat Islam tidak perlu alergi, kita tidak perlu percaya dengan ramalan 2012-nya, jadikanlah film ini sebagai peringatan untuk menambah keyakinan kita tentang adanya peristiwa kiamat kelak. Apa yang disampaikan dalam Al – Qur`an jauh lebih dahsyat dari film 2012 itu. Kapan terjadinya saat kiamat adalah Rahasia Allah sebagaimana disebutkan dalam surat Thaha 15 :
Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan. (Thaha 15)
Semua orang didunia ini percaya bahwa saat kiamat dan musnahnya seluruh kehidupan didunia ini pasti terjadi. Namun tidak semua manusia percaya bahwa ada kehidupan diakhirat setelah peristiwa kiamat itu. Kebanyakan orang menganggap hidup ini hanyalah peristiwa alam yang berlalu begitu saja, kita hidup dan mati karena proses alamiah. Seluruh perhatiannya hanya ditujukan untuk keberhasilan hidup didunia, mereka tidak pernah memikirkan bagaimana mempersiapkan diri untuk kehidupan yang sebenarnya diakhirat kelak.
Sebaiknya kita tidak perlu terlalu memikirkan kapan terjadinya kiamat total seperti yang disebutkan dalam Qur`an. Ada hal yang lebih dekat dengan kita dan bisa terjadi setiap saat tanpa pernah kita duga sebelumnya, yaitu kematian. Hal paling utama bagi kita adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi datangnya kematian itu dan mempersiapkan perbekalan untuk menghadapi kehidupan setelah hari kebangkitan diakhirat kelak sebagaimana yang telah diingatkan Allah dalam surat Al Hasyr ayat 18 :

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(Al Hasyr 18)


Kehidupan dunia ini hanya sementara dan tidak kekal, semua yang ada didunia ini pasti akan musnah dan lenyap.Kehidupan yang sebenarnya dan abadi adalah kehidupan diakhirat, Masuk golongan manakah kita nati? Rombongan yang dihalau kedalam Neraka jahanam ataukah kedalam syurga?. Simak Tadabbur Qur’an berikut ini , mudah mudahan Allah membimbing hati kita untuk bertakwa padaNya dan dimasukan kedalam rombongan orang yang dibawa kedalam taman syurga.